Struktur Atom dan Konfigurasi Elektron: Partikel Atom, Isotop, Aufbau, Hund, dan Letak Unsur
Atom adalah satuan terkecil penyusun materi yang masih membawa sifat suatu unsur. Sebutir garam dapur saja berisi sekitar 1021 atom natrium dan klorin. Ukurannya memang sangat kecil, tetapi susunan di dalamnya menentukan hampir semua hal di kimia: kenapa natrium mudah bereaksi, kenapa gas neon "malas" berikatan, sampai kenapa unsur-unsur bisa disusun rapi dalam tabel periodik.
Di catatan ini kita bongkar isi atom dari luar ke dalam: partikel penyusunnya, cara membaca lambang AZX, isotop dan kawan-kawannya, sejarah singkat model atom, lalu bagian yang paling sering keluar di ulangan dan UTBK, yaitu konfigurasi elektron dan cara memakainya untuk menentukan letak unsur di tabel periodik.
- Menghitung jumlah proton, neutron, dan elektron dari lambang atom maupun ion.
- Membedakan isotop, isobar, dan isoton.
- Menjelaskan perkembangan model atom dari Dalton sampai mekanika kuantum beserta kelemahannya.
- Menulis konfigurasi elektron per kulit dan per subkulit dengan aturan Aufbau, Pauli, dan Hund.
- Menentukan bilangan kuantum elektron terakhir serta golongan dan periode unsur.
Partikel Penyusun Atom: Proton, Neutron, dan Elektron
Atom tersusun dari inti atom yang sangat kecil di tengah dan elektron yang bergerak di sekelilingnya. Inti atom berisi proton dan neutron, yang bersama-sama disebut nukleon. Hampir seluruh massa atom terkumpul di inti, padahal volumenya cuma sebagian sangat kecil dari volume atom. Kalau atom sebesar stadion, intinya kira-kira sebesar kelereng di tengah lapangan.
| Partikel | Lambang | Muatan | Massa (sma) | Lokasi | Penemu |
|---|---|---|---|---|---|
| Proton | 11p | +1 | ≈ 1,0073 | inti atom | Goldstein (sinar kanal), dipastikan Rutherford |
| Neutron | 10n | 0 | ≈ 1,0087 | inti atom | James Chadwick (1932) |
| Elektron | 0−1e | −1 | ≈ 0,00055 | kulit atom | J.J. Thomson (1897) |
Massa elektron sekitar 1/1836 massa proton, jadi dalam perhitungan massa atom, elektron biasanya diabaikan. Atom yang netral selalu punya jumlah proton sama dengan jumlah elektron, sehingga muatan positif dan negatifnya saling meniadakan.
Nomor Atom, Nomor Massa, dan Notasi Unsur
Nomor atom (Z) adalah jumlah proton di inti. Nomor inilah "KTP" sebuah unsur: semua atom dengan 6 proton pasti karbon, dan semua atom dengan 8 proton pasti oksigen. Nomor massa (A) adalah jumlah proton ditambah neutron. Keduanya ditulis bersama lambang unsur dalam notasi berikut.
AZX A = p + n Z = p
jumlah neutron: n = A − Z atom netral: e = p = Z
Contoh: 2311Na berarti natrium punya 11 proton, 11 elektron, dan 23 − 11 = 12 neutron.
Ion: atom yang melepas atau menerima elektron
Saat bereaksi, atom bisa melepas atau menangkap elektron, tetapi jumlah protonnya tidak berubah. Atom yang melepas elektron menjadi kation (ion positif), sedangkan yang menerima elektron menjadi anion (ion negatif).
ion Xm+: e = Z − m ion Xm−: e = Z + m
Cara mengingat: tanda muatan ion "berlawanan" dengan perubahan elektronnya. Muatan positif berarti elektronnya berkurang, muatan negatif berarti elektronnya bertambah. Neutron tidak ikut berubah sama sekali.
Tentukan jumlah proton, neutron, dan elektron pada 5626Fe3+ dan 3216S2−.
Lihat pembahasan
Fe3+: p = Z = 26; n = 56 − 26 = 30; ion bermuatan 3+ berarti melepas 3 elektron, jadi e = 26 − 3 = 23. Hasil: 26 p, 30 n, 23 e.
S2−: p = 16; n = 32 − 16 = 16; ion bermuatan 2− berarti menerima 2 elektron, jadi e = 16 + 2 = 18. Hasil: 16 p, 16 n, 18 e.
Isotop, Isobar, dan Isoton
Atom-atom bisa "mirip" satu sama lain dalam tiga cara. Hafalkan dengan melihat huruf yang sama di setiap istilah:
- Isotop: nomor atom (jumlah proton) sama, nomor massa berbeda. Contoh: 126C, 136C, dan 146C. Isotop adalah unsur yang sama, jadi sifat kimianya hampir sama.
- Isobar: nomor massa sama, nomor atom berbeda. Contoh: 146C dan 147N. Ingat "bar" seperti barbel, yang sama adalah beratnya.
- Isoton: jumlah neutron sama. Contoh: 146C (n = 8) dan 168O (n = 8). Huruf "n" pada isoton mengingatkan pada neutron.
Ada juga istilah isoelektron, yaitu spesi dengan jumlah elektron sama, misalnya Na+, Ne, dan F− yang sama-sama punya 10 elektron.
Diberikan atom 146C, 126C, 147N, 157N, dan 168O. Kelompokkan pasangan yang merupakan isotop, isobar, dan isoton.
Lihat pembahasan
Hitung dulu neutron masing-masing: 14C = 8, 12C = 6, 14N = 7, 15N = 8, 16O = 8.
Isotop (Z sama): 12C dengan 14C, serta 14N dengan 15N.
Isobar (A sama): 14C dengan 14N.
Isoton (n = 8): 14C, 15N, dan 16O.
Perkembangan Model Atom
Tidak ada yang pernah "melihat" atom seperti melihat bola. Model atom adalah gambaran yang terus diperbaiki setiap kali ada eksperimen baru yang tidak bisa dijelaskan model sebelumnya.
| Model | Gagasan utama | Kelemahan |
|---|---|---|
| Dalton (1803) | Atom berupa bola pejal yang tidak dapat dibagi lagi; atom unsur yang sama identik. | Tidak bisa menjelaskan sifat listrik materi; ternyata atom punya partikel lebih kecil. |
| Thomson (1904) | Bola bermuatan positif dengan elektron tersebar di dalamnya, mirip roti kismis. | Tidak cocok dengan hasil percobaan hamburan sinar alfa. |
| Rutherford (1911) | Muatan positif dan hampir seluruh massa terpusat di inti kecil; elektron mengelilingi inti. Didasarkan pada percobaan lempeng emas tipis. | Menurut fisika klasik, elektron yang mengitari inti akan kehilangan energi dan jatuh ke inti. |
| Bohr (1913) | Elektron beredar pada lintasan (kulit) dengan tingkat energi tertentu tanpa memancarkan energi; elektron menyerap atau memancarkan energi saat pindah kulit. | Hanya cocok untuk atom berelektron tunggal seperti hidrogen. |
| Mekanika kuantum (1926) | Posisi elektron tidak bisa dipastikan; yang ada hanya peluang menemukan elektron di suatu ruang yang disebut orbital (Schrรถdinger, de Broglie, Heisenberg). | Model yang dipakai sampai sekarang. |
Percobaan Rutherford patut diingat: sebagian besar sinar alfa menembus lempeng emas tanpa belok, artinya atom sebagian besar ruang kosong. Sebagian kecil dibelokkan, bahkan dipantulkan balik, artinya ada inti kecil yang padat dan bermuatan positif.
Konfigurasi Elektron Berdasarkan Kulit
Konfigurasi elektron adalah susunan elektron dalam atom. Cara paling sederhana mengikuti model Bohr: elektron mengisi kulit K, L, M, N, O, P, Q (n = 1, 2, 3, ...) mulai dari yang paling dekat ke inti.
jumlah elektron maksimum pada kulit ke-n = 2n2
K = 2 L = 8 M = 18 N = 32
Untuk unsur golongan utama (golongan A), tambahkan aturan praktis ini: kulit terluar paling banyak berisi 8 elektron. Jika sisa elektron belum muat di satu kulit, isi kulit itu dengan 18 bila sisanya ≥ 18, atau dengan 8 bila sisanya di antara 8 dan 18, lalu sisanya pindah ke kulit berikutnya.
Elektron di kulit terluar disebut elektron valensi. Elektron inilah yang terlibat dalam reaksi dan ikatan kimia, dan jumlahnya sama dengan nomor golongan A.
Tuliskan konfigurasi elektron per kulit dan elektron valensi untuk 19K, 35Br, dan 38Sr.
Lihat pembahasan
19K: K = 2, L = 8, sisa 9. Sisa 9 lebih dari 8 tetapi kurang dari 18, jadi M diisi 8 dan sisa 1 ke N. Konfigurasi 2 8 8 1, elektron valensi 1.
35Br: 2, 8, sisa 25. Karena 25 ≥ 18, M diisi 18, sisa 7 ke N. Konfigurasi 2 8 18 7, elektron valensi 7.
38Sr: 2, 8, sisa 28 → M = 18, sisa 10 → N = 8, sisa 2 → O = 2. Konfigurasi 2 8 18 8 2, elektron valensi 2.
Konfigurasi Elektron Berdasarkan Subkulit
Model mekanika kuantum membagi setiap kulit menjadi subkulit s, p, d, dan f. Setiap subkulit terdiri atas sejumlah orbital, dan satu orbital paling banyak berisi 2 elektron.
| Subkulit | Jumlah orbital | Elektron maksimum | Mulai muncul di kulit |
|---|---|---|---|
| s | 1 | 2 | n = 1 |
| p | 3 | 6 | n = 2 |
| d | 5 | 10 | n = 3 |
| f | 7 | 14 | n = 4 |
Aturan Aufbau
Elektron mengisi subkulit mulai dari tingkat energi terendah. Urutannya tidak sekadar 1, 2, 3 per kulit, karena subkulit 4s ternyata berenergi lebih rendah daripada 3d. Cara termudah mengingatnya adalah diagram panah diagonal berikut.
1s 2s 2p 3s 3p 4s 3d 4p 5s 4d 5p 6s 4f 5d 6p 7s 5f 6d 7p
Untuk menyingkat, konfigurasi boleh ditulis memakai lambang gas mulia sebelumnya: [He] = 2 elektron, [Ne] = 10, [Ar] = 18, [Kr] = 36, [Xe] = 54. Contoh: 11Na = 1s2 2s2 2p6 3s1 = [Ne] 3s1.
Larangan Pauli
Tidak ada dua elektron dalam satu atom yang keempat bilangan kuantumnya sama. Akibatnya, satu orbital hanya bisa diisi dua elektron dengan spin berlawanan (digambar ↑↓).
Aturan Hund
Pada orbital-orbital yang tingkat energinya sama (misalnya tiga orbital 2p), elektron mengisi orbital kosong satu per satu dengan spin searah dulu, baru kemudian berpasangan. Mirip penumpang bus yang lebih memilih kursi kosong daripada duduk berdempetan. Contoh: 7N dengan 2p3 diisi ↑ | ↑ | ↑, bukan ↑↓ | ↑ | kosong.
Pengecualian: kromium dan tembaga
Subkulit d yang setengah penuh (d5) atau penuh (d10) lebih stabil. Karena itu, satu elektron 4s "pindah" ke 3d:
- 24Cr: bukan [Ar] 4s2 3d4, melainkan [Ar] 4s1 3d5.
- 29Cu: bukan [Ar] 4s2 3d9, melainkan [Ar] 4s1 3d10.
Untuk ion logam transisi, elektron dilepas dari kulit terluar dulu (4s), bukan dari subkulit yang terakhir diisi (3d). Jadi Fe2+ = [Ar] 3d6, bukan [Ar] 4s2 3d4.
Tuliskan konfigurasi elektron subkulit 26Fe dan ion Fe3+.
Lihat pembahasan
Isi 26 elektron sesuai urutan Aufbau: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d6 (total 2 + 2 + 6 + 2 + 6 + 2 + 6 = 26). Disingkat: 26Fe = [Ar] 4s2 3d6.
Fe3+ melepas 3 elektron: 2 dari 4s (kulit terluar) dan 1 dari 3d. Hasilnya Fe3+ = [Ar] 3d5, subkulit d setengah penuh. Itulah sebabnya Fe3+ cukup stabil.
Bilangan Kuantum
Posisi setiap elektron dalam atom bisa "dialamatkan" dengan empat bilangan kuantum, mirip alamat rumah: kota, kecamatan, jalan, dan nomor rumah.
| Bilangan kuantum | Menyatakan | Nilai yang mungkin |
|---|---|---|
| Utama (n) | kulit | 1, 2, 3, ... (K = 1, L = 2, M = 3, ...) |
| Azimut (l) | subkulit | 0 sampai (n − 1); s = 0, p = 1, d = 2, f = 3 |
| Magnetik (m) | orbital | −l sampai +l; misal p: −1, 0, +1 |
| Spin (s) | arah putar elektron | +½ (panah ke atas) atau −½ (panah ke bawah) |
Untuk menentukan bilangan kuantum elektron terakhir, gambar diagram orbital subkulit terakhir, beri nomor m dari kiri (−l) ke kanan (+l), isi sesuai aturan Hund, lalu lihat di kotak mana elektron terakhir jatuh.
Tentukan keempat bilangan kuantum elektron terakhir atom 16S.
Lihat pembahasan
16S = [Ne] 3s2 3p4. Subkulit terakhir 3p4, jadi n = 3 dan l = 1.
Diagram orbital 3p (m = −1, 0, +1): elektron ke-1 sampai ke-3 mengisi ↑ | ↑ | ↑, lalu elektron ke-4 berpasangan di kotak pertama: ↑↓ | ↑ | ↑. Elektron terakhir ada di kotak m = −1 dengan arah ke bawah.
Jadi n = 3, l = 1, m = −1, s = −½.
Menentukan Golongan dan Periode dari Konfigurasi Elektron
Tabel periodik sebenarnya adalah "peta" konfigurasi elektron. Letak unsur bisa dibaca langsung dari konfigurasinya:
- Periode = bilangan kuantum utama (n) terbesar dalam konfigurasi.
- Golongan A: konfigurasi berakhir di subkulit s atau p. Nomor golongan = jumlah elektron ns + np.
- Golongan B: konfigurasi berakhir di subkulit d. Jumlahkan elektron ns + (n−1)d: 3 → IIIB, 4 → IVB, 5 → VB, 6 → VIB, 7 → VIIB, 8 sampai 10 → VIIIB, 11 → IB, 12 → IIB.
periode = n terbesar golongan A = e(ns + np) golongan B = e(ns + (n−1)d)
Tentukan golongan dan periode unsur 17Cl, 25Mn, dan 35Br.
Lihat pembahasan
17Cl = [Ne] 3s2 3p5. Berakhir di p, n terbesar 3, elektron valensi 2 + 5 = 7. Jadi golongan VIIA, periode 3.
25Mn = [Ar] 4s2 3d5. Berakhir di d, n terbesar 4, jumlah 4s + 3d = 2 + 5 = 7. Jadi golongan VIIB, periode 4.
35Br = [Ar] 4s2 3d10 4p5. Berakhir di p, n terbesar 4, elektron valensi 4s + 4p = 2 + 5 = 7. Jadi golongan VIIA, periode 4. Elektron 3d10 tidak ikut dihitung karena bukan kulit terluar.
Ion X2+ memiliki 18 elektron dan 20 neutron. Tentukan nomor atom, nomor massa, konfigurasi elektron atom X, serta letaknya di tabel periodik.
Lihat pembahasan
X2+ sudah melepas 2 elektron, jadi atom netralnya punya 18 + 2 = 20 elektron. Nomor atom Z = 20, nomor massa A = 20 + 20 = 40.
Konfigurasi 20X = [Ar] 4s2 (per kulit: 2 8 8 2). Berakhir di s dengan 2 elektron valensi pada n = 4, jadi golongan IIA, periode 4. Unsur ini adalah kalsium.
Kesalahan Umum pada Soal Struktur Atom
- Mengubah jumlah proton pada ion. Ion hanya berbeda jumlah elektronnya. Proton dan neutron tetap.
- Lupa urutan 4s sebelum 3d. Menulis 3d sebelum 4s terisi akan membuat konfigurasi K dan Ca salah.
- Melepas elektron 3d lebih dulu pada ion transisi. Yang dilepas lebih dulu adalah elektron di kulit dengan n terbesar (4s).
- Memakai aturan kulit "maksimal 8" untuk unsur transisi. Aturan praktis kulit hanya aman untuk golongan A. Untuk unsur transisi, pakai konfigurasi subkulit.
- Salah menghitung elektron valensi golongan A periode 4 ke atas. Elektron (n−1)d10 tidak ikut dihitung; cukup ns + np.
Latihan Soal Struktur Atom dan Konfigurasi Elektron
Coba kerjakan dulu tanpa melihat kunci. Kalau masih ragu, lihat kembali diagram Aufbau di atas.
- Tentukan jumlah proton, neutron, dan elektron pada ion 4020Ca2+.
Kunci jawaban
p = 20, n = 40 − 20 = 20, e = 20 − 2 = 18.
- Manakah yang merupakan pasangan isoton: 2311Na, 2412Mg, 2411Na, 2512Mg?
Kunci jawaban
Neutron: 23Na = 12, 24Mg = 12, 24Na = 13, 25Mg = 13. Isoton: 23Na dengan 24Mg serta 24Na dengan 25Mg.
- Tuliskan konfigurasi elektron subkulit 30Zn lalu tentukan golongan dan periodenya.
Kunci jawaban
30Zn = [Ar] 4s2 3d10. Berakhir di d, 2 + 10 = 12 → golongan IIB, periode 4.
- Tentukan bilangan kuantum elektron terakhir atom 15P.
Kunci jawaban
15P = [Ne] 3s2 3p3 → ↑ | ↑ | ↑, elektron terakhir di m = +1. Jadi n = 3, l = 1, m = +1, s = +½.
- Suatu unsur memiliki konfigurasi kulit 2 8 18 8 1. Tentukan nomor atom, golongan, dan periodenya.
Kunci jawaban
Z = 2 + 8 + 18 + 8 + 1 = 37. Lima kulit → periode 5; 1 elektron valensi → golongan IA (unsur rubidium).
Ringkasan Struktur Atom
| Konsep | Inti yang perlu diingat |
|---|---|
| Notasi AZX | p = Z, n = A − Z, e = Z (netral), Z − m (kation), Z + m (anion) |
| Isotop / isobar / isoton | Z sama / A sama / n sama |
| Kulit | maksimum 2n2; kulit terluar golongan A maksimal 8 |
| Subkulit | s 2, p 6, d 10, f 14; isi sesuai Aufbau, Pauli, Hund |
| Pengecualian | Cr = [Ar] 4s1 3d5, Cu = [Ar] 4s1 3d10 |
| Letak unsur | periode = n terbesar; golongan dari elektron ns + np (A) atau ns + (n−1)d (B) |
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apa perbedaan kulit, subkulit, dan orbital?
Kulit adalah tingkat energi utama (K, L, M, ...) yang dinyatakan dengan n. Setiap kulit dibagi lagi menjadi subkulit (s, p, d, f), dan setiap subkulit terdiri atas orbital-orbital. Satu orbital adalah ruang tempat paling mungkin menemukan elektron dan hanya bisa diisi maksimal dua elektron.
Kenapa 4s diisi lebih dulu daripada 3d?
Karena tingkat energi subkulit 4s sedikit lebih rendah daripada 3d pada atom-atom awal periode 4. Aturan praktisnya adalah aturan (n + l): subkulit dengan n + l lebih kecil diisi lebih dulu. 4s punya n + l = 4, sedangkan 3d punya n + l = 5.
Apakah konfigurasi boleh ditulis 3d sebelum 4s?
Boleh. Sebagian buku menulis Fe = [Ar] 3d6 4s2, yaitu diurutkan berdasarkan kulit, sedangkan buku lain menulis [Ar] 4s2 3d6 sesuai urutan pengisian. Isinya sama; yang penting jumlah elektron di tiap subkulit benar.
Apa hubungan elektron valensi dengan sifat unsur?
Unsur dengan elektron valensi sama (satu golongan) cenderung punya sifat kimia mirip. Natrium dan kalium sama-sama punya 1 elektron valensi, sehingga sama-sama mudah melepas elektron dan bereaksi hebat dengan air. Gas mulia punya kulit terluar penuh, sehingga sangat stabil.
Materi apa yang sebaiknya dipelajari setelah struktur atom?
Lanjutkan ke sistem periodik unsur dan sifat keperiodikan (jari-jari atom, energi ionisasi, keelektronegatifan), lalu ke ikatan kimia yang memanfaatkan elektron valensi. Kumpulan catatan lainnya ada di semua catatan Kimia.
Tanya & Diskusi 0
Bingung di bagian tertentu? Tanyakan saja, nggak ada pertanyaan yang bodoh kok ๐
Comments
Post a Comment