Ikatan Kimia: Aturan Oktet, Struktur Lewis, Ikatan Ion, Kovalen, Logam, dan Contoh Soal
Ikatan kimia adalah gaya tarik yang menyatukan atom-atom sehingga membentuk molekul atau senyawa. Garam dapur di meja makan, air yang kamu minum, sampai kabel tembaga di dalam dinding rumah, semuanya ada karena atom-atom penyusunnya "berpegangan" satu sama lain. Cara berpegangannya saja yang berbeda-beda.
Di catatan ini kita mulai dari pertanyaan paling dasar: kenapa atom mau berikatan? Setelah itu kita bahas ikatan ion, ikatan kovalen (tunggal, rangkap dua, rangkap tiga, dan koordinasi), kepolaran, ikatan logam, lalu cara membedakan senyawa ion dan kovalen dari sifat-sifatnya. Pastikan kamu sudah lancar menulis konfigurasi elektron, karena semua materi di sini bertumpu pada struktur atom dan elektron valensi.
- Menentukan elektron valensi dan kecenderungan atom melepas atau menerima elektron.
- Menggambar struktur Lewis dan menghitung pasangan elektron ikatan (PEI) serta pasangan elektron bebas (PEB).
- Menuliskan rumus senyawa ion dari muatan kation dan anionnya.
- Membedakan ikatan kovalen tunggal, rangkap, koordinasi, polar, dan nonpolar.
- Menebak jenis ikatan suatu zat dari sifat fisiknya, seperti titik leleh dan daya hantar listrik.
Kestabilan Unsur: Aturan Oktet dan Duplet
Di antara semua unsur, hanya golongan gas mulia (He, Ne, Ar, Kr, Xe, Rn) yang di alam ditemukan sebagai atom tunggal. Mereka hampir tidak mau bereaksi karena susunan elektronnya sudah stabil. Perhatikan elektron terluarnya: He punya 2, sedangkan Ne, Ar, dan seterusnya punya 8.
Dari pengamatan itu muncul gagasan yang dikemukakan Lewis dan Kossel: atom-atom lain berikatan supaya susunan elektronnya menyerupai gas mulia. Caranya bisa dengan melepas elektron, menerima elektron, atau memakai elektron bersama-sama.
Oktet: atom cenderung memiliki 8 elektron pada kulit terluar (seperti Ne, Ar).
Duplet: atom kecil seperti H, Li, dan Be cenderung memiliki 2 elektron pada kulit terluar (seperti He).
Elektron valensi menentukan "sikap" atom
Elektron valensi adalah elektron pada kulit terluar. Untuk unsur golongan utama, jumlahnya sama dengan nomor golongan (golongan IA punya 1, golongan VIIA punya 7). Dari elektron valensi kita bisa menebak kecenderungan atom:
- Elektron valensi 1–3 (umumnya logam): lebih mudah melepas elektron, lalu menjadi ion positif atau kation.
- Elektron valensi 5–7 (umumnya nonlogam): lebih mudah menerima elektron, lalu menjadi ion negatif atau anion.
- Elektron valensi 4 (misalnya C dan Si): sulit melepas atau menerima 4 elektron sekaligus, jadi cenderung memakai elektron bersama.
Struktur Lewis
Struktur Lewis (rumus titik elektron) adalah cara menggambar atom dengan lambang unsurnya dikelilingi titik sebanyak elektron valensinya. Titik ditaruh di empat sisi lambang, satu per satu dulu, baru dipasangkan. Contohnya, Na punya satu titik, O punya enam titik (dua pasang dan dua tunggal), dan Cl punya tujuh titik (tiga pasang dan satu tunggal). Titik tunggal itulah yang "siap" dipakai berikatan.
Tentukan elektron valensi dan ion yang cenderung dibentuk oleh atom 11Na, 12Mg, 8O, 17Cl, dan 10Ne.
Lihat pembahasan
Tulis konfigurasi elektronnya per kulit (K L M):
- 11Na: 2 8 1 → valensi 1 → melepas 1 elektron → Na+
- 12Mg: 2 8 2 → valensi 2 → melepas 2 elektron → Mg2+
- 8O: 2 6 → valensi 6 → menerima 2 elektron → O2−
- 17Cl: 2 8 7 → valensi 7 → menerima 1 elektron → Cl−
- 10Ne: 2 8 → valensi 8 → sudah stabil, tidak membentuk ion
Polanya: atom memilih jalan yang paling sedikit memindahkan elektron. Na lebih mudah membuang 1 elektron daripada mencari 7 elektron tambahan.
Ikatan Ion: Serah Terima Elektron
Ikatan ion terbentuk karena serah terima elektron dari atom logam (yang mudah melepas elektron) ke atom nonlogam (yang mudah menerima elektron). Hasilnya adalah kation dan anion yang muatannya berlawanan, lalu keduanya saling tarik-menarik secara elektrostatik. Gaya tarik inilah ikatan ionnya.
Contoh paling terkenal adalah natrium klorida (NaCl), garam dapur. Atom Na (2 8 1) menyerahkan satu elektron ke atom Cl (2 8 7). Na berubah menjadi Na+ dengan konfigurasi 2 8 (seperti Ne), dan Cl berubah menjadi Cl− dengan konfigurasi 2 8 8 (seperti Ar). Keduanya sama-sama stabil.
Gambar berikut membandingkan serah terima elektron pada NaCl dengan pemakaian elektron bersama pada ikatan kovalen yang akan kita bahas setelah ini.
Menentukan rumus senyawa ion
Senyawa ion selalu netral, jadi jumlah muatan positif harus sama dengan jumlah muatan negatif. Trik cepatnya adalah menyilangkan angka muatan.
kation Xa+ + anion Yb− → XbYa (lalu sederhanakan bila bisa dibagi)
Contohnya, Mg2+ dan O2− akan menghasilkan Mg2O2 yang disederhanakan menjadi MgO. Ingat, rumus senyawa ion adalah rumus empiris, jadi perbandingannya harus paling sederhana.
Tentukan rumus senyawa ion yang terbentuk dari unsur 12Mg dengan 17Cl, serta dari unsur 13Al dengan 8O.
Lihat pembahasan
Mg dan Cl. Mg (2 8 2) melepas 2 elektron menjadi Mg2+. Cl (2 8 7) hanya mampu menerima 1 elektron menjadi Cl−. Supaya 2 elektron dari Mg habis diterima, dibutuhkan 2 atom Cl. Rumusnya MgCl2 (magnesium klorida).
Al dan O. Al (2 8 3) melepas 3 elektron menjadi Al3+. O (2 6) menerima 2 elektron menjadi O2−. Silangkan muatannya: Al2O3. Cek: muatan 2 × (+3) = +6 dan 3 × (−2) = −6, jumlahnya nol. Rumusnya Al2O3 (aluminium oksida).
Unsur X memiliki nomor atom 20 dan unsur Y memiliki nomor atom 7. Tentukan rumus dan jenis ikatan senyawa yang terbentuk.
Lihat pembahasan
X: 2 8 8 2 → valensi 2 → logam golongan IIA, membentuk X2+.
Y: 2 5 → valensi 5 → nonlogam golongan VA, menerima 3 elektron membentuk Y3−.
Silangkan: X3Y2. Cek muatan: 3 × (+2) = +6 dan 2 × (−3) = −6. Karena terjadi serah terima elektron antara logam dan nonlogam, ikatannya ikatan ion. (X adalah Ca dan Y adalah N, jadi senyawanya Ca3N2, kalsium nitrida.)
Ikatan Kovalen: Pemakaian Elektron Bersama
Bagaimana kalau dua atom nonlogam bertemu, misalnya H dan O? Keduanya sama-sama ingin menerima elektron, jadi tidak ada yang mau mengalah. Solusinya: mereka memakai pasangan elektron bersama-sama. Ikatan seperti ini disebut ikatan kovalen, dan biasanya terjadi antaratom nonlogam.
Dalam struktur Lewis molekul kovalen ada dua jenis pasangan elektron:
- PEI (pasangan elektron ikatan): pasangan elektron yang dipakai bersama, digambar di antara dua atom atau sebagai garis.
- PEB (pasangan elektron bebas): pasangan elektron yang tidak ikut berikatan.
Kovalen tunggal, rangkap dua, dan rangkap tiga
| Jenis ikatan | Pasangan elektron dipakai bersama | Lambang garis | Contoh |
|---|---|---|---|
| Kovalen tunggal | 1 pasang (2 elektron) | A–B | H2, HCl, H2O, CH4 |
| Kovalen rangkap dua | 2 pasang (4 elektron) | A=B | O2, CO2, C2H4 |
| Kovalen rangkap tiga | 3 pasang (6 elektron) | A≡B | N2, HCN, C2H2 |
Langkah praktis menggambar struktur Lewis molekul sederhana: (1) hitung elektron valensi tiap atom, (2) tentukan atom pusat, biasanya atom yang paling sedikit jumlahnya dan bukan H, (3) pasangkan elektron di antara atom-atom, (4) cek apakah tiap atom sudah oktet (H cukup duplet). Kalau belum oktet, ubah sebagian PEB menjadi ikatan rangkap.
Gambarkan struktur Lewis H2O, lalu tentukan jumlah PEI dan PEB pada atom pusatnya (1H, 8O).
Lihat pembahasan
H punya 1 elektron valensi, O punya 6. Atom pusatnya O.
O membutuhkan 2 elektron lagi untuk oktet, sedangkan tiap H butuh 1 lagi untuk duplet. Jadi O memakai bersama satu pasang elektron dengan masing-masing H: H–O–H.
Di sekitar O sekarang ada 2 pasangan ikatan (4 elektron) ditambah 4 elektron miliknya yang tidak dipakai (2 pasang). Total 8 elektron, oktet terpenuhi.
Jawaban: PEI = 2 dan PEB = 2, dengan dua ikatan kovalen tunggal.
Tentukan jenis ikatan serta jumlah PEI dan PEB total pada molekul CO2 dan N2 (6C, 7N, 8O).
Lihat pembahasan
CO2. Elektron valensi C = 4, O = 6. Atom pusatnya C. Kalau C hanya berikatan tunggal dengan tiap O, C baru dikelilingi 4 elektron. Agar semua atom oktet, C membentuk ikatan rangkap dua dengan masing-masing O: O=C=O.
PEI = 2 + 2 = 4 pasang. Setiap O masih punya 2 PEB dan C tidak punya PEB, jadi PEB = 4 pasang. Cek elektron: (4 + 4) × 2 = 16 elektron = 4 + 6 + 6. Cocok.
N2. Tiap N punya 5 elektron valensi dan butuh 3 lagi. Kedua N memakai bersama 3 pasang elektron: N≡N (rangkap tiga). PEI = 3, dan tiap N menyisakan 1 PEB, jadi PEB = 2. Cek: (3 + 2) × 2 = 10 elektron = 5 + 5.
Ikatan rangkap tiga N≡N sangat kuat. Itulah sebabnya gas nitrogen yang mengisi sekitar 78% udara sulit bereaksi.
Ikatan kovalen koordinasi
Pada ikatan kovalen biasa, tiap atom menyumbang satu elektron untuk pasangan bersama. Pada ikatan kovalen koordinasi (kovalen datif), pasangan elektron yang dipakai bersama berasal dari satu atom saja. Syaratnya, satu atom punya PEB yang bisa "dipinjamkan", dan atom lain punya orbital kosong untuk menampungnya.
Jelaskan pembentukan ion amonium (NH4+) dari molekul NH3 dan ion H+. Ada berapa ikatan kovalen koordinasi di dalamnya?
Lihat pembahasan
Pada NH3, atom N (valensi 5) membentuk 3 ikatan tunggal dengan 3 atom H dan masih menyisakan 1 PEB.
Ion H+ adalah atom H yang sudah kehilangan elektronnya, jadi ia tidak punya elektron sama sekali. N lalu "meminjamkan" PEB-nya kepada H+, sehingga H+ mendapat duplet.
Hasilnya NH4+ dengan 4 ikatan N–H: 3 ikatan kovalen biasa dan 1 ikatan kovalen koordinasi. Setelah terbentuk, keempat ikatan itu sebenarnya identik. Pembedaan hanya soal asal elektronnya. Muatan +1 dari H+ tetap terbawa, sehingga ionnya bermuatan positif.
Tidak semua molekul taat aturan oktet. Pada BF3, atom B hanya dikelilingi 6 elektron, sedangkan pada PCl5 dan SF6 atom pusatnya dikelilingi 10 dan 12 elektron. Untuk soal kelas X, cukup ingat bahwa pengecualian seperti ini memang ada.
Kepolaran Ikatan dan Molekul
Ketika dua atom memakai elektron bersama, belum tentu pembagiannya adil. Yang menentukan adalah keelektronegatifan, yaitu kemampuan atom menarik pasangan elektron ikatan ke arahnya. Dalam satu periode, keelektronegatifan makin besar ke kanan, dan dalam satu golongan makin kecil ke bawah. Unsur paling elektronegatif adalah F.
| Unsur | H | C | N | O | F | Cl | Na |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Keelektronegatifan (skala Pauling, dibulatkan) | 2,1 | 2,5 | 3,0 | 3,5 | 4,0 | 3,0 | 0,9 |
- Kovalen nonpolar: kedua atom menarik elektron sama kuat, misalnya H2, O2, N2, Cl2. Pasangan elektron berada tepat di tengah.
- Kovalen polar: ada selisih keelektronegatifan, sehingga pasangan elektron lebih dekat ke atom yang lebih elektronegatif. Atom itu menjadi sedikit negatif (ฮด−), atom lainnya sedikit positif (ฮด+). Contoh: H–Cl, H–O.
- Bila selisihnya sangat besar (sebagai patokan kasar di atas sekitar 1,7–2,0), elektron praktis berpindah sepenuhnya dan ikatannya lebih tepat disebut ikatan ion, seperti Na–Cl dengan selisih 2,1.
Bentuk molekul ikut menentukan
Molekul yang punya ikatan polar belum tentu polar secara keseluruhan. Kalau bentuknya simetris dan atom pusatnya tidak punya PEB, tarikan-tarikan itu saling meniadakan, persis seperti tarik tambang dengan kekuatan sama dari dua arah. Contohnya CO2 yang linear (O=C=O) dan CH4 yang tetrahedral: keduanya nonpolar. Sebaliknya, H2O berbentuk V (bengkok) dan NH3 berbentuk piramida segitiga karena PEB pada atom pusat mendorong ikatan ke satu sisi, sehingga keduanya polar.
Tentukan apakah molekul berikut polar atau nonpolar: HCl, Cl2, CO2, H2O, dan CH4.
Lihat pembahasan
- HCl: selisih keelektronegatifan 3,0 − 2,1 = 0,9, molekulnya hanya dua atom → polar (Cl bermuatan ฮด−).
- Cl2: dua atom sama, selisih 0 → nonpolar.
- CO2: ikatan C=O polar, tetapi molekulnya linear simetris dan C tidak punya PEB → nonpolar.
- H2O: ikatan O–H polar, O punya 2 PEB sehingga bentuknya V → polar.
- CH4: empat ikatan C–H tersusun tetrahedral simetris, C tidak punya PEB → nonpolar.
Prinsip "like dissolves like" berlaku di sini: zat polar larut dalam pelarut polar (gula dan garam di air), zat nonpolar larut dalam pelarut nonpolar (minyak di bensin). Itu sebabnya minyak goreng tidak bercampur dengan air.
Ikatan Logam
Atom-atom logam punya elektron valensi sedikit yang mudah lepas. Dalam sepotong logam, elektron valensi itu tidak dimiliki satu atom tertentu, melainkan bergerak bebas di antara ion-ion logam positif yang tersusun rapat. Model ini dikenal sebagai lautan elektron. Gaya tarik antara ion logam positif dan lautan elektron yang mengelilinginya disebut ikatan logam.
Model ini menjelaskan sifat khas logam dengan rapi:
- Penghantar listrik dan panas yang baik, karena elektronnya bebas bergerak. Itulah alasan kabel listrik dibuat dari tembaga.
- Dapat ditempa dan ditarik menjadi lembaran atau kawat, karena lapisan ion bisa bergeser tanpa memutus ikatan. Lautan elektron tetap merekatkannya.
- Mengilap, karena elektron bebas memantulkan cahaya.
- Titik leleh umumnya tinggi, misalnya besi meleleh sekitar 1.538 °C (pengecualian terkenal: raksa yang cair pada suhu kamar).
Membedakan Senyawa Ion dan Senyawa Kovalen
Jenis ikatan memengaruhi sifat fisik zat. Tabel berikut sering muncul dalam bentuk soal data percobaan, jadi pahami alasannya, jangan sekadar dihafal.
| Sifat | Senyawa ion | Senyawa kovalen |
|---|---|---|
| Partikel penyusun | Kation dan anion | Molekul |
| Wujud pada suhu kamar | Padatan kristal | Gas, cair, atau padat |
| Titik leleh dan titik didih | Tinggi (NaCl meleleh pada 801 °C) | Umumnya rendah (es meleleh pada 0 °C) |
| Daya hantar listrik padatan | Tidak menghantar (ion terkunci di kisi) | Tidak menghantar |
| Daya hantar lelehan | Menghantar (ion bebas bergerak) | Tidak menghantar |
| Daya hantar larutan dalam air | Menghantar | Kovalen polar tertentu menghantar (HCl), kovalen nonpolar tidak |
| Kelarutan | Umumnya larut dalam air | Polar larut dalam air; nonpolar larut dalam pelarut organik |
| Contoh | NaCl, MgCl2, CaO, KBr | H2O, CO2, CH4, HCl, gula |
Kunci membaca soal data: kalau suatu zat lelehannya menghantarkan listrik dan titik lelehnya tinggi, hampir pasti senyawa ion. Kalau padatan dan lelehannya tidak menghantar tetapi larutannya menghantar, itu senyawa kovalen polar.
Kesalahan Umum pada Materi Ikatan Kimia
- Mengira semua senyawa yang mengandung logam pasti ion. Untuk soal kelas X patokan "logam + nonlogam = ion" memang cukup, tetapi ada pengecualian seperti AlCl3 yang bersifat kovalen. Lihat konteks soalnya.
- Lupa menyederhanakan rumus ion. Ca2+ dan O2− membentuk CaO, bukan Ca2O2.
- Salah menghitung PEB. PEB dihitung per pasang, bukan per elektron. O pada H2O punya 4 elektron bebas, artinya 2 PEB.
- Menyamakan ikatan polar dengan molekul polar. CO2 punya ikatan polar tetapi molekulnya nonpolar karena simetris.
- Mengira H butuh oktet. Hidrogen cukup 2 elektron (duplet), jadi H selalu hanya membentuk satu ikatan.
Latihan Soal Ikatan Kimia
Kerjakan dulu di kertas sebelum membuka kunci jawaban.
- Atom 16S memiliki berapa elektron valensi, dan ion apa yang cenderung dibentuknya?
Kunci jawaban
Konfigurasi 2 8 6 → valensi 6. S menerima 2 elektron menjadi S2−.
- Tentukan rumus senyawa yang terbentuk dari 19K dan 16S.
Kunci jawaban
K (2 8 8 1) → K+; S → S2−. Silangkan: K2S (ikatan ion).
- Tentukan jenis ikatan dan jumlah PEI serta PEB pada molekul HCN (1H, 6C, 7N).
Kunci jawaban
Struktur H–C≡N: 1 ikatan tunggal (H–C) dan 1 ikatan rangkap tiga (C≡N). PEI = 4, PEB = 1 (pada N). Cek: (4 + 1) × 2 = 10 = 1 + 4 + 5.
- Manakah yang polar: CCl4 atau CHCl3? Jelaskan singkat.
Kunci jawaban
CHCl3 polar. Keduanya tetrahedral, tetapi pada CCl4 keempat ikatan C–Cl identik sehingga tarikannya saling meniadakan (nonpolar), sedangkan pada CHCl3 satu ikatan berbeda (C–H) sehingga tidak saling meniadakan.
- Zat P memiliki titik leleh 801 °C dan lelehannya menghantarkan listrik. Zat Q berwujud gas pada suhu kamar, padatannya tidak menghantar, tetapi larutannya dalam air menghantarkan listrik. Tentukan jenis ikatan P dan Q.
Kunci jawaban
P: ikatan ion (titik leleh tinggi, lelehan menghantar). Q: kovalen polar (contohnya HCl).
Ringkasan Jenis Ikatan Kimia
| Jenis ikatan | Terjadi antara | Cara terbentuk | Contoh |
|---|---|---|---|
| Ion | Logam + nonlogam | Serah terima elektron, tarik-menarik kation–anion | NaCl, MgCl2, Al2O3 |
| Kovalen | Nonlogam + nonlogam | Pemakaian bersama pasangan elektron | H2O, O2, N2, CO2 |
| Kovalen koordinasi | Atom ber-PEB + atom/ion berorbital kosong | Pasangan elektron bersama berasal dari satu atom | NH4+, H3O+ |
| Logam | Atom-atom logam | Ion positif dalam lautan elektron | Fe, Cu, Al |
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apa perbedaan utama ikatan ion dan ikatan kovalen?
Pada ikatan ion, elektron berpindah dari satu atom ke atom lain sehingga terbentuk kation dan anion yang saling tarik-menarik. Pada ikatan kovalen, elektron tidak berpindah, melainkan dipakai bersama oleh atom-atom yang berikatan. Ikatan ion umumnya terjadi antara logam dan nonlogam, sedangkan ikatan kovalen antara sesama nonlogam.
Kenapa padatan NaCl tidak menghantarkan listrik, padahal tersusun dari ion?
Dalam padatan, ion Na+ dan Cl− terkunci di posisinya dalam kisi kristal, sehingga tidak ada muatan yang bisa bergerak. Begitu NaCl dilelehkan atau dilarutkan dalam air, ion-ionnya bebas bergerak dan listrik pun bisa mengalir.
Bagaimana cara cepat menentukan PEI dan PEB?
Gambar struktur Lewisnya dulu. Hitung pasangan elektron yang berada di antara dua atom sebagai PEI (ikatan rangkap dua dihitung 2, rangkap tiga dihitung 3), lalu sisa pasangan elektron di sekitar atom sebagai PEB. Cek jawabanmu: (PEI + PEB) × 2 harus sama dengan jumlah seluruh elektron valensi.
Apakah air termasuk senyawa ion?
Bukan. Air (H2O) adalah senyawa kovalen polar, karena H dan O sama-sama nonlogam yang memakai elektron bersama. Air murni hampir tidak menghantarkan listrik. Air keran bisa menghantarkan listrik karena mengandung ion-ion terlarut dari mineral.
Materi apa yang sebaiknya dipelajari setelah ikatan kimia?
Lanjutkan ke bentuk molekul (teori VSEPR) dan gaya antarmolekul seperti ikatan hidrogen, lalu ke tata nama senyawa dan persamaan reaksi. Kalau konfigurasi elektron masih terasa goyah, ulang dulu materi struktur atom. Kamu juga bisa membuka semua catatan Kimia lainnya.
Tanya & Diskusi 0
Bingung di bagian tertentu? Tanyakan saja, nggak ada pertanyaan yang bodoh kok ๐
Comments
Post a Comment